Dewa Kipas

Sebuah blog tentang Dewa Kipas

Selasa, 23 Maret 2021

Berapa Pendapatan Deddy Corbuzier Usai Live GM Irene Vs Dewa Kipas?

Berapa Pendapatan Deddy Corbuzier Usai Live GM Irene Vs Dewa Kipas?

Berapa Pendapatan Deddy Corbuzier Usai Live GM Irene Vs Dewa Kipas?
JAKARTA – Duel catur antara Grand Master (GM) Irene Kharisma Sukandar dan Dewa Kipas alias Dadang Subur pecah rekor 1,25 juta penonton dalam tayangan live streaming kanal YouTube Deddy Corbuzier.

Dari jumlah tersebut, tentu saja ada pundi-pundi uang dari YouTube yang masuk ke rekening Deddy Corbuzier. Lantas, berapa pendapatan Deddy Corbuzier dari pertandingan GM Irene kontra Dewa Kipas tersebut? Secara rinci, nominal uang yang diterima Deddy akan terus bertambah mengingat jumlah penonton video tersebut masih terus merangkak naik. 

Hingga Selasa (23/3/2021) pukul 15.00 WIB, video berjudul “DEWA KIPAS VS GM IRINE ISKANDAR” sudah disaksikan lebih dari 8,1 juta penonton. Terlepas dari itu, Social Blade mencatat estimasi pendapatan Deddy Corbuzier dalam satu hari saja, pada waktu pertandingan Dewa Kipas vs GM Irene disiarkan, Senin (22/3/2021), mencapai 2.400 – 38.000 dollar AS atau sekitar Rp 34,8 juta hingga Rp 551 juta (kurs Rp 14.500).

Itu hanya angka perkiraan pendapatan Deddy Corbuzier dalam sehari. Adapun pada hari ini, atau sehari setelah pertandingan disiarkan live, Social Blade belum merilis perkiraan pemasukan Deddy. Selain itu, Deddy Corbuzier melalui melalui Close The Door Podcast ini meraih pendapatan per bulan sekitar 22.300 - 357.500 dollar AS atau sekitar Rp 323,35 juta hingga Rp 5,183 miliar (kurs Rp14.500) sebulan. Sedangkan estimasi pendapatannya dalam setahun dari YouTube, yakni mencapai 268,2 - 4,3 juta dolar AS atau sekitar Rp 3,888 miliar hingga Rp 62,35 miliar.

Asal tahu saja, perkiraan itu juga belum termasuk iklan langsung yang masuk ke kantongnya ketika ada brand yang ingin dimunculkan di videonya. Dalam pertandingan itu memang sejumlah brand menjadi sponsor. Terkait hal ini, Denny Siregar juga buka suara menganalisa hal-hal terkait pertandingan. Ia menilai, pemenang sebenarnya dari laga itu bukanlah GM Irene atau Dewa Kipas yang saling bertarung. “Tapi pemenang sebenarnya bukanlah Irene Sukandar.

Pemenang sebenarnya adalah Deddy Corbuzier, yang bergelar master juga meski bukan master di bidang catur,” ungkapnya melalui sebuah tulisan di Facebook, dikutip Selasa (23/3/2021) dengan ejaan yang disesuaikan. Menurutnya, Deddyi adalah youtuber berkelas, yang mampu memanfaatkan momen yang awal-awalnya biasa saja, jadi sebuah pertandingan menarik dan dikemas dengan cantik. Apalagi, ada total hadiah Rp 300 juta yang dibagikan Deddy kepada para pemain. Inilah yang menurut Denny Siregar menarik. Sebab Deddy seperti orang yang tidak sungkan keluarkan uang untuk menghadirkan tontonan.

Dengan modal dan upaya demikian, bukan berarti Deddy rugi.“Dialah yang paling untung dalam kompetisi ini. Saya menghitung ada 3 iklan di podcastnya. Dan iklan yang paling besar adalah sebuah perusahaan e-commerce raksasa yang berani keluarkan uang miliaran rupiah untuk tampil dihadapan 1 juta penonton lebih di acara itu,” sebutnya. Karena itu, mengeluarkan hadiah Rp 300 juta bagi Deddy hanya urusan kecil.

Lantaran menurut Denny ada uang miliaran yang didapat dari satu pertandingan. “Julukan Dewa Kipas itu harusnya kasih ke Deddy Corbuzier, bukan Dadang Subur. Sebab, dia sekarang sedang kipas-kipas karena rejeki datang sendiri ke studionya, tanpa dia harus susah payah,” tulisnya.

Sumber: https://money.kompas.com/read/2021/03/23/151914426/berapa-pendapatan-deddy-corbuzier-usai-live-gm-irene-vs-dewa-kipas?page=all

GhotamChess Kirim Pesan ke Indonesia, Setelah GM Irene Kalahkan Dewa Kipas

GhotamChess Kirim Pesan ke Indonesia, Setelah GM Irene Kalahkan Dewa Kipas

GhotamChess Kirim Pesan ke Indonesia, Setelah GM Irene Kalahkan Dewa Kipas

International Master asal Amerika Serikat, Levy Rozman atau yang dikenal dengan nama GothamChess mulai angkat bicara mengenai hasil pertandingan Grand Master Irene Kharisma Sukandar dengan Dewa Kipas, Senin 22 Maret 2021.

Dalam pertandingan tersebut, Irene berhasil menang dalam tiga babak. Karena itulah kemudian Dewa Kipas menyerah dari yang seharusnya memainkan empat babak.

GothamChess turut angkat bicara karena awal dari munculnya Dewa Kipas yang menantang Irene bertanding dari dirinya. Dia menjadi viral di Indonesia karena menyebut Dewa Kipas adalah seorang cheater.

GothamChess berhadapan dengan Dewa Kipas pada aplikasi Chess.com. Setelah pertandingan dan Dewa Kipas menang, akunnya langsung kena banned. Belakangan pria yang memiliki nama asli Dadang Subur lewat anaknya menyuarakan ketidakadilan di media sosial.

Sontak setelah itu warganet Indonesia ramai menyerang GothamChess. Mulai dari media sosial Twitter, Instagram, dan Youtube miliknya dibanjiri komentar negatif.

Dewa Kipas dan anaknya yang muncul jadi sorotan diundang menjadi narasumber di podcast Deddy Corbuzier. Di sana dia bercerita panjang lebar dan malah membuar Irene sebagai pecatur profesional Indonesia merasa gerah.

Banyak ucapan Dewa Kipas dan anaknya yang dianggap Irene bisa berdampak negatif kepada perkembangan catur Indonesia. Lalu dia membuat surat terbuka kepada Deddy dan juga tampil sebagai narasumber.

Dewa Kipas merasa diremehkan dengan pernyataan Irene saat berada di podcast Deddy. Karena disebutkan dirinya sebagai seorang pengguna program ilegal, kemudian menantang bertanding.

Begitu melihat Irene menang, GothamChess lantas menuliskan kalimat panjang di Twitter. Dia merasa ini adalah kebenaran yang terungkap dan berharap semua kontroversi yang ada bisa mereda.

"Indonesia yang terhormat, ini merupakan perjalanan yang menyenangkan, tapi sekarang telah berakhir," tulis GothamChess di Twitter pribadinya.

"Anda bisa mempercayai kebenaran atau bersembunyi darinya."

"Saya akan segera membuka kembali Youtube saya. Jangan ragu untuk menikmati video saya sehingga Anda bisa mengalahkan teman Anda dalam catur."

Sumber: https://www.viva.co.id/sport/gelanggang/1358076-gm-irene-kalahkan-dewa-kipas-ghotamchess-kirim-pesan-ke-indonesia

Percasi Sebut Dewa Kipas Cari Alasan Usai Kalah dari Irene

Percasi Sebut Dewa Kipas Cari Alasan Usai Kalah dari Irene

Percasi Sebut Dewa Kipas Cari Alasan Usai Kalah dari Irene

Jakarta
- Kepala Bidang Pembinaan dan Peningkatan Prestasi (Kabid Binpres) Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi), Kristianus Liem, menyebut Dewa Kipas alias Dadang Subur berusaha mencari alasan usai kalah dari Women Grand Master Irene Kharisma Sukandar, Senin (22/3).

Dalam pertandingan yang disiarkan secara langsung di kanal YouTube Deddy Corbuzier, Dadang Subur dan Irene Sukandar diminta untuk main catur dalam empat babak yang masing-masing babak dibatasi waktu 10 menit. Pertandingan resmi dihentikan sebelum babak keempat lantaran Irene memenangi tiga babak awal.

Usai pertandingan, Dadang Subur alias Dewa Kipas menyebut tak menyangka jika akan bermain catur cepat 10 menit dalam empat babak. Ia justru berharap bisa main catur dalam satu babak dengan waktu yang panjang bersama Irene. Menurut Dewa Kipas, pertandingan 10 menit di game catur online berbeda dengan situasi pertandingan nyata.

"Dia membalikkan lagi sesuatu yang faktanya waktu dia mengalahkan Gothamcess itu di catur 10 menit. Sistem ini dibikin supaya jadi pilihan terbaik buat dia. Dari data itu kan mulai 22 Februari sampai Maret akurasi langkahnya di atas 90 persen saat dia main catur cepat 10 menit."

"Kalau pakai alasan lagi, itu kan mau membohongi publik lagi. Mana bisa, data-data ada kok," kata Kristianus kepada CNNIndonesia.com, Selasa (23/3).

Buat Kristianus, pertandingan Dewa Kipas dan Irene Sukandar sesusai dengan harapan Percasi yang pernah diungkapkan ketika polemik soal Dewa Kipas muncul.

Hasil yang diperoleh pun dianggap sudah dapat memaparkan secara jelas siapa dan bagaimana sosok Dewa Kipas tersebut.

"Waktu dia [Dewa Kipas] menekan tombol waktunya lebih dulu ketimbang membenarkan buah catur saja itu sudah salah. Standar resmi dan etika catur cepat itu waktu pikir pendek, jadi benerin buah catur mesti pakai waktu sendiri. Itu juga masuk sportivitas. Tergolong curang juga, harusnya wasit menegur itu tidak boleh. Kalau masih mau beralasan lagi, publik juga menyaksikan itu," ujarnya.

Setelah pertemuan Dewa Kipas dan Irene Sukandar, Percasi berharap kontroversi yang selama ini ramai di publik bisa selesai karena sudah ada pembuktian.

Sebagai pecatur berstatus WGM, Irene juga disebut Kristianus sudah sangat baik dalam memainkan peran. Ia mampu menunjukkan permainan serius dengan mengantisipasi dengan tepat, pas serta tidak terburu-buru dan tidak mengambil risiko.

"Irene tidak gerabak-gerubuk, dia tidak mau ambil risiko. Bukan hanya soal uang hadiah yang didapat, tapi ada gengsi sebagai seorang atlet nasional dengan status gelar WGM di Irene saat melawan Dewa Kipas dan harusnya Dewa Kipas juga mengakui dengan jantan kekalahannya. Sportivitas dijunjung dengan tinggi."

"Kalau mau menantang lagi silakan. Kalau Deddy mau buat lagi dengan waktu pikir lebih lama, ya pemain kita mau-mau saja. Pemain kita juga rindu main catur offline setelah setahun lebih. Kemarin itu sesuatu positif, ada pertandingan offline, live ada wasit, jadi sesuatu yang positif buat atlet pelatnas," ungkap Kristianus.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20210323123751-178-620930/percasi-sebut-dewa-kipas-cari-alasan-usai-kalah-dari-irene

Komentar Dewa Kipas, Setelah Dikalahkan Irene

Komentar Dewa Kipas, Setelah Dikalahkan Irene

Komentar Dewa Kipas, Setelah Dikalahkan irene

Jakarta - Dadang Subur alias Dewa Kipas ungkap penyebab kekalahan telak 0-3 dari Grand Master Woman (GMW) Irene Kharisma Sukandar. Dia mengaku sempat down hingga akhirnya kalah.

Pada saat duel yang berlangsung Senin (22/3/2021), Dewa Kipas memang kerap berada di bawah permainan GM Irene Kharisma sejak babak pertama pertandingan. Kondisi serupa pun berlanjut hingga babak berikutnya.

Menyoal kekalahan itu, Dewa Kipas memberikan pembelaannya. Dia mengaku sudah gugup sejak Irene datang dengan puluhan anggota PB Percasi.

"Mbak Irene itu datang dengan kurang lebih 30 orang anggota Percasi. Itu bikin saya langsung kaget dan nervous. Lebih down lagi karena tarung 10 menit. Saya tahunya kan main dengan partai panjang. Ternyata ini partai pendek. Jadi saya down duluan, nervous, kok sistemnya begini," kata Dewa Kipas kepada pewarta, ketika ditemui di kawasan Pantai Indah Kapuk, Selasa (23/3/2021).
Baca juga: Pengakuan Blunder Dewa Kipas di Balik Kekalahannya

Sudah begitu, latar belakang Irene yang merupakan Grand Master membuat Dewa Kipas semakin kehilangan fokusnya mengolah pion catur.

"Jadi dengar nama mbak Irene dan latar belakangnya saja saya jadi takut. Takut kalah. Jujur pada saat akan diadu itu saya belajar dulu tapi dengan sistem klasik yang panjang. Tetiba berubah jadi 10 menit (partai pendek). Jadi nervous dan banyak salah sendiri. Ya sudah lebih baik cepat kalah (di babak berikutnya)," dia menjelaskan.

Dijelaskan Dewa Kipas, partai yang dimainkan di Chees.com sejatinya sama yakni 10 menit. Hanya yang membuat perbedaan ialah permainan dalam kondisi santai. Sedangkan melawan GMW Irene Kharisma Sukandar dilihat banyak orang sehingga sulit untuk bisa menang.

"Tapi saya tetap mengucapkan terima kasih kepada mbak Irene. Kalau tidak karena dia saya tidak dapat rezeki ini," ujarnya.

Diketahui hasil dari duel tersebut, Dewa Kipas diganjar Rp 100 juta, sementara untuk Irene, sang pemenang diberikan hadiah sebesar Rp 200 juta.

Sumber: https://sport.detik.com/sport-lain/d-5504673/kalah-telak-dewa-kipas-akui-sempat-down-lawan-irene